Lompat ke isi

Tirosit

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Tirosit
Potongan mikroskopis kelenjar tiroid dari seekor kuda. (1) Koloid; (2) tirosit; (3) sel parafolikular tiroid.
Rincian
SistemSistem endokrin
LokasiKelenjar tiroid
FungsiSintesis dan sekresi hormon tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3)
Pengidentifikasi
THH3.08.02.4.00007
FMA68782
Daftar istilah mikroanatomi

Tirosit yang disebut juga sel folikular tiroid, sel epitelial tiroid, atau sel utama tiroid (bahasa Inggris: thyrocyte, thyroid follicular cell, thyroid epithelial cell, thyroid principal cell) adalah sel epitelial pada kelenjar tiroid yang berfungsi untuk sintesis dan sekresi hormon tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Sel-sel ini membentuk selapis selubung yang menyaluti folikel tiroid.

Tirosit dapat berdiferensiasi menjadi onkosit dalam pengaruh interferon-γ dan memicu simtoma hipotiroidisme akibat peradangan yang disebut tiroiditis Hashimoto.[1]

Tirosit membentuk jaringan epitelium kuboid selapis yang menyaluti dinding lumen folikel tiroid. Lumen ini terisi oleh suatu cairan yang disebut koloid. Sisi basolateral dari membran sel tirosit memiliki reseptor tirotropin yang dapat mengikat hormon perangsang tiroid (bahasa Inggris: thyroid-stimulating hormone, TSH) yang bersirkulasi di dalam darah. TSH dapat meningkatkan pembuatan hormon-hormon tiroid.

Sel parafolikular tiroid atau sel-C tiroid yang menghasilkan hormon kalsitonin dapat ditemukan di sekitar membran basal dari folikel tiroid. Sel-sel ini mengisi ruang antarfolikel. Sel parafolikular tiroid dapat dibedakan dari tirosit berdasarkan warna sitoplasma yang lebih cerah pada pewarnaan H&E.

Perkembangan

[sunting | sunting sumber]

Secara embriologis, tirosit berasal dari sel-sel penyusun endodermis pada titik median dari pangkal lidah janin (foramen cecum). Sedangkan, sel parafolikular tiroid merupakan hasil perkembangan sel-sel endodermal dari kantung faring ke-4.

Alur sintesis dan sekresi hormon-hormon tiroid.

Tirosit dapat mengambil ion iodida (I-) dan asam amino dari darah melalui sisi basolateral dari membran sel tirosit. Asam amino digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis protein tiroglobulin dan enzim peroksidase tiroid. Kedua protein tersebut beserta iodida lalu berpindah ke dalam koloid. Di sini, iodida akan dioksidasi oleh peroksidase tiroid menjadi iodin (I0) yang dapat berikatan dengan tiroglobulin. Ketika diperlukan, tirosit akan mengambil sejumlah koloid melalui endositosis. Tiroglobulin yang teriodinasi di dalam koloid akan dipecah dengan bantuan enzim protease untuk memperoleh hormon-hormon tiroid yang selanjutnya dilepaskan ke dalam darah.

Hormon-hormn tiroid dihantarkan ke seluruh tubuh dan memengaruhi metabolisme tubuh. Setiap sel di dalam tubuh bergantung pada hormon tiroid dalam pengaturan aktivitas metabolismenya. Normalnya, hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid terdiri atas T4 sebanyak 80% dan T3 sebanyak 20%. Walau begitu, T3 empat kali lebih poten dari T4.

Transpor Iodida

[sunting | sunting sumber]

Transpor iodida ke dalam tirosit menjadi proses yang penting dalam pembentukan hormon-hormon tiroid. Iodida ditranspor secara aktif melewati sisi basolateral dari membran sel tirosit oleh simporter Na+/I-. Pada sisi apikal, iodida dikeluarkan ke dalam koloid oleh pendrin sebagai protein transporter Cl-/I-.

  1. (Inggris) "Immunoproteasome Overexpression Underlies the Pathogenesis of Thyroid Oncocytes and Primary Hypothyroidism: Studies in Humans and Mice". Department of Pathology, The Johns Hopkins School of Medicine, Department of Bioregulation, Leprosy Research Center, National Institute of Infectious Diseases, Feinstone Department of Molecular Microbiology and Immunology, The Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health; Hiroaki J. Kimura, Cindy Y. Chen, Shey-Cherng Tzou, Roberto Rocchi, Melissa A. Landek-Salgado, Koichi Suzuki, Miho Kimura, Noel R. Rose, dan Patrizio Caturegli. Diakses tanggal 2010-11-19.